

Pernahkah kamu bertanya-tanya mengapa hari kiamat disebut
dengan hari akhir?
Karena memang tidak akan ada hari-hari setelah itu. Bumi
ini, bahkan alam semesta ini semuanya akan hancur, dan itu semua telah Allah kabarkan
dalam Al-Qur’an. Ibnu Umar radhiyallahu’anhuma mengatakan, bahwa
Rasulullah ﷺ pernah
bersabda,
مَنْ سَرَّهُ أَنْ يَنْظُرَ إِلَى يَومِ
القِيَامَةِ كَأَنَّهُ رَأْيُ عَينٍ فَلْيَقْرَأْ: إِذَ الشَّمْسُ كُوِّرَتْ،
وَإِذَا السَّمَاءُ انْفَطَرَتْ، وَإِذَا السَّمَاءُ انْشَقَّتْ.
“Barangsiapa
yang ingin melihat gambaran terjadinya hari Kiamat seperti melihat dengan kedua
bola matanya, hendaknya dia membaca surah; idzasy syamsu kuwwirat (at-Takwir),
idzas sama-un fatharat (al-Infithar), dan idzas sama-un syaqqat (al-Insyiqaq).” (HR
At-Tirmidzi no. 3333. Dinilai shahiih oleh Syekh al-Albani.)
Perlu kita ketahui bersama, bahwa beriman kepada hari
akhir mencakup tiga hal:
a)
Beriman
pada hari kebangkitan.
b)
Beriman
pada hari perhitungan.
c)
Beriman pada surga dan neraka.
1.
Beriman Bahwa Seluruh Manusia Akan Dibangkitkan
Peristiwa pertama yang akan terjadi setelah dunia ini
Allah hancurkan ialah dibangkitkannya seluruh manusia, dari Nabi Adam sampai
manusia terakhir yang hidup di muka bumi ini. Mereka akan menghadap Allah untuk
mempertanggungjawabkan setiap amal yang telah diperbuat. Allah ﷻ berfirman,
}ثُمَّ إِنَّكُم
بَعۡدَ ذَٰلِكَ لَمَيِّتُونَ 15 ثُمَّ إِنَّكُمۡ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ تُبۡعَثُونَ
16{
“Sesungguhnya kalian semua akan mati, kemudian kalian semua akan
dibangkitkan (dari kubur) di hari Kiamat.” (QS Al-Mu’minun: 15-16).
Ayat di atas menunjukkan kepada kita, bahwa semua manusia
akan mati, meninggalkan dunia ini. Tidak akan ada yang abadi, bahkan para rasul
pun semuanya mati. Setelah itu, mereka pun dibangkitkan oleh Allah ﷻ.
2.
Beriman dengan Adanya Perhitungan Amal Baik dan Buruk
Setelah manusia dibangkitkan, maka selanjutnya mereka
akan dihisab. Di antara dalil yang menunjukkan hal tersebut, ialah firman Allah
ﷻ yang berbunyi,
}إِنَّ إِلَيۡنَآ
إِيَابَهُمۡ 25 ثُمَّ إِنَّ عَلَيۡنَا حِسَابَهُم 26{
“Sesungguhnya hanya kepada Kami-lah mereka kembali, dan sungguh,
Kami benar-benar akan menghisab mereka.” (QS Al-Ghasyiyah: 25-26).
Amalan pertama kali yang akan dihisab oleh Allah adalah shalat.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, bahwa Rasulullah ﷺ pernah
bersabda,
إنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ العَبْدُ
يَوْمَ القِيَامَةِ مِنْ عَمَلِهِ صَلاَتُهُ، فَإنْ صَلُحَتْ، فَقَدْ أفْلَحَ
وأَنْجَحَ، وَإنْ فَسَدَتْ، فَقَدْ خَابَ وَخَسِرَ
“Sesungguhnya amalan seorang hamba yang pertama kali akan
dihisab kelak pada hari Kiamat, ialah salatnya. Apabila salatnya itu baik, maka
dia akan beruntung dan selamat, namun jika salatnya itu buruk, maka dia akan
celaka dan merugi.” (HR An-Nasa’i no. 466. Dinilai shahiih oleh Syekh al-Albani.)
Setelah itu, Allah akan menanyakan tentang umur dan waktu
yang pernah dimiliki oleh sorang hamba. Untuk apakah ia habiskan? Rasulullah ﷺ pernah
bersabda,
لاَ تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ
الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ عُمْرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ وَعَنْ عِلْمِهِ
فِيمَا فَعَلَ وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَا أَنْفَقَهُ وَعَنْ
جِسْمِهِ فِيمَا أَبْلاَهُ
“Tidak
akan bergeser kedua kaki seorang hamba kelak di hari Kiamat sampai ditanya
mengenai (empat hal, yaitu); umurnya dihabiskan untuk apa, ilmunya digunakan
untuk apa, dari mana hartanya diperoleh dan dihabiskan untuk apa, serta tentang
anggota tubuhnya digunakan untuk apa?” (HR
At-Tirmidzi no. 2417. Dinilai shahiih oleh Syekh al-Albani.)
Selain dihisab, seluruh amalan manusia juga akan
ditimbang dengan seadil-adilnya. Bahkan, amalan baik maupun saleh yang
ukurannya sebesar dzarrah(sesuatu yang paling kecil di alam semesta ini. Sebagian
ulama ada yang mengatakan sebesar biji sawi) tetap akan diperhitungkan dan diberikan balasan. Allah ﷻ berfirman,
}وَنَضَعُ
ٱلۡمَوَٰزِينَ ٱلۡقِسۡطَ لِيَوۡمِ ٱلۡقِيَٰمَةِ فَلَا تُظۡلَمُ نَفۡسٞ شَيۡـٔٗاۖ
وَإِن كَانَ مِثۡقَالَ حَبَّةٖ مِّنۡ خَرۡدَلٍ أَتَيۡنَا بِهَاۗ وَكَفَىٰ بِنَا
حَٰسِبِينَ{
“Kami akan memasang timbangan yang tepat kelak pada hari
Kiamat, tidak ada seorang pun yang terzalimi. Meskipun (amalan saleh itu) hanya
seberat biji sawi, pasti Kami akan mendatangkan pahalanya. Cukuplah Kami
sebagai pembuat perhitungan.” (QS Al-Anbiya’: 47).
3.
Beriman dengan Adanya Surga dan Neraka
Termasuk beriman kepada hari akhir adalah dengan meyakini
adanya surga dan neraka. Banyak ayat Al-Qur’an maupun hadis Nabi ﷺ yang
menyebutkan dua hal ini. Allah ﷻ berfirman,
}فَإِن لَّمۡ تَفۡعَلُواْ وَلَن تَفۡعَلُواْ فَٱتَّقُواْ ٱلنَّارَ ٱلَّتِي وَقُودُهَا ٱلنَّاسُ وَٱلۡحِجَارَةُۖ أُعِدَّتۡ لِلۡكَٰفِرِينَ 24
وَبَشِّرِ
ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ أَنَّ لَهُمۡ جَنَّٰتٖ تَجۡرِي
مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُۖ كُلَّمَا رُزِقُواْ مِنۡهَا مِن ثَمَرَةٖ رِّزۡقٗا
قَالُواْ هَٰذَا ٱلَّذِي رُزِقۡنَا مِن قَبۡلُۖ وَأُتُواْ بِهِۦ مُتَشَٰبِهٗاۖ
وَلَهُمۡ فِيهَآ أَزۡوَٰجٞ مُّطَهَّرَةٞۖ وَهُمۡ فِيهَا خَٰلِدُونَ 25{
(24)”...Peliharalah dirimu dari neraka yang bahan
bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir.” (25) ”Dan
sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa
bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya.” (QS Al-Baqarah: 24-25)
Rasulullah ﷺ juga bersabda,
مَنْ
شَهِدَ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا
عَبدُهُ وَرَسُولُهُ، وَأَنَّ عِيسَى عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ وَكَلِمَتُهُ
أَلْقَاهَا إِلَى مَرْيَمَ وَرُوحٌ مِنْهُ، وَالْجَنَّةُ حَقٌّ وَالنَّارُ حَقٌّ،
أَدْخَلَهُ اللَّهُ الْجَنَّةَ عَلَى مَا كَانَ مِنَ الْعَمَلِ
"Barang
siapa yang berkata: Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah
selain Allah, tiada sekutu bagi-Nya, dan bahwa Muhammad adalah hamba dan
utusan-Nya, dan bahwa Isa adalah hamba Allah dan anak dari hamba perempuan-Nya,
serta kalimat-Nya yang Dia sampaikan kepada Maryam dan ruh dari-Nya, dan bahwa
surga itu benar adanya, dan neraka itu benar adanya, maka Allah akan
memasukkannya ke dalam surga, apa pun amal yang telah ia lakukan." (HR
Bukhari, no. 3436)
Tulisan ini disadur dari Serial Kajian Rukun Iman berjudul “Iman Kepada Hari Akhir” yang disampaikan oleh Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, M.A. (dosen di Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i / STDIIS, Jember).
Youtube Terbaru





Artikel Terbaru




